Sponsors
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Maret 2014
Jakarta Culinary Festival Datang Lagi
MAU memanjakan lidah dengan berbagai sajian kuliner atau melihat berbagai pameran seputar kuliner? Datang saja ke Jakarta Culinary Festival 2010. Gelaran kali kedua ini akan dimulai pada 5-30 November.Ismaya Group selaku penyelanggara akan memberikan suguhan spesial dari koki-koki internasional, kuliner lokal populer, dan berbagai acara menarik lain yang kesemuanya akan berlangsung di lantai 5 Grand Indonesia Shopping Town.
Selama tiga hari awal pembukaan (5-7 November), Anda yang datang berkunjung akan disuguhi beragam acara dan berbagai stand pameran. Bisa juga belajar dari para koki kenamaan secara gratis.
Berikut ini jadwal acara pembukaan yang bisa Anda kunjungi;
5 November 2010
Area Schott Zwiesel Chefs Roundtable
13.00-14.00 Taste of Sarong by Will Meyrick
15.00-16.00 The Culinary Wealth of Indonesia by Chris Salans
16.00-17.00 Quick and Easy with Lee Kum Kee
18.00-19.00 Wine vs Glass for Beginners by Multifortuna
19.00-20.00 Simple French by Sandra Djohan
20.00-21.00 Vindex Tengker
Area Rotaryana Theater
11.00-12.00 Quick and Easy by Lee Kum Kee
12.00-13.00 Taste of Sarong by Will Meyrick
13.00-14.00 Chic Indonesian by Rinrin Marinka
14.00-15.00 Modern Palembang by Farah Quinn
15.00-16.00 Tortilla Soup by Andre Buser
16.00-17.00 Home Coffee by Illy
17.00-18.00 Start it Today with Healthy Choice by Digdo
18.00-19.00 Simple French by Sandra Djohan
19.00-20.00 Indonesian Modern Seafood by Vindex Tengker
Miele Demo Kitchen
11.00-12.00 Modernizing Kambing Guling by Adhika Maxi
13.00-21.00 Cooking with Chris Salans and Miele
6 November 2010
Area Schott Zwiesel Chefs Roundtable
14.00-15.00 Wine vs Glass by Multifortuna
15.00-16.00 The Philanthropic Lifestyle by Save a Teen
17.00-18.00 ABCs of Wine: How Wine is Made by Suyanto
19.00-20.00 Food and Family..Where do we stand and where are we going? by Antoine Audran
20.00-21.00 Wine Appreciation by Sarong Asian Food
Area Rotaryana Theater
10.00-12.00 Kids Cooking Class by Hugo Adrian
13.00-14.00 Simplify your cooking with a combi oven
14.00-15.00 Maccheroncini with beef fillet by Gianfranco
16.00-17.00 Magnum Royal Creation by Santos
17.00-18.00 Quick and Easy with Lee Kum Kee
18.00-19.00 En Memoire a ma Grand Mere by Antoine Audran
19.00-20.00 Taste of Sarong by Will Meyrick
20.00-21.00 Home Coffee by Illy
Miele Demo Kitchen
13.00-14.00 Potato Head Culinary Adventure by Ignacio
15.00-16.00 Teh Celup Pannacotta by Karen Carlotta
17.00-18.00 Simple French by Sandra Djohan
18.00-19.00 Lil Bites of the Archipelago by Rinrin Marinka
7 November 2010
Area Schott Zwiesel Chefs Roundtable
12.00-13.00 Darren Robertson
14.00-15.00 Magnum Royal Creation by Santos
15.00-16.00 Wine vs Glass by Multifortuna
16.00-18.00 Adhika Maxi dan Karen Carlotta
18.00-19.00 ABCs of Wine: How to taste wine by Suyanto
Area Rotaryana Theater
11.00-12.00 Home Coffee by Illy
14.00-15.00 Accelerating the World of Rapid Cooking with Turbochef by Rotaryana
15.00-16.00 Kaiserschmarren by Thomas Verschnik
16.00-17.00 Quick and Easy with Lee Kum Kee
17.00-18.00 Indonesian Modern Beef by Vindex Tengker
18.00-19.00 Cheers for Education-Wine Auction by Save a Teen
19.00-20.00 Adhika Maxi dan Karen Carlotta
Miele Demo Kitchen
12.00-14.00 The Art of Food by Ismaya Catering
15.00-16.00 Quick and Easy with Lee Kum Kee
Bila ingin mengikuti agenda lainnya yang pasti menarik atau ingin mengetahui informasi labih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs www.jakartaculinaryfestival.com.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2010/11/05/1634/7/Jakarta-Culinary-Festival-Datang-Lagi
Senin, 25 November 2013
6 Festival Dan Ritual Eksotis di Indonesia
Dengan lebih dari 18 ribu pulau, gugusan pulau ini memiliki keragaman luar biasa akan apa yang bisa Anda lihat atau lakukan saat berlibur ke sana.
Tidak mengherankan bila Indonesia menawarkan berbagai macam festival yang sangat khas menonjolkan budaya mereka, mencerminkan keragaman etnis dan tradisi dari berbagai bagian nusantara. Anda akan menemukan keragaman itu dalam enam festival khas Indonesia ini, mulai dari perayaan seni, batik, tarian dan upacara.
Anda bisa menyaksikan salah satu festival ketika berkunjung ke Indonesia. Seperti dikutip dari unearthingasia.com, Sabtu, (10/12/2011).
Festival Krakatau
Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada 1927, letusan itu kemudian menghasilkan pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.
Selama festival, pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampund dan kota sekitarnya. Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu, masih aktif tetapi sedang tidur lelap. Untuk sementara!
Festival Kesenian Bali
Salah satu perayaan seni budaya tahunan terbesar di Indonesia, Festival Seni Bali selalu penuh sesak. Selama sebulan penuh, berbagai pertunjukan seni, pameran, dan aktivitas budaya lainnya akan berlangsung di seluruh Bali, menawarkan tarian, musik dan keindahan budaya mereka.
Perayaan terkenal itu menampilkan pertunjukan seperti tarian tradisional yang sudah hampir terlupakan, jejak dari daerah terpencil di Bali, makanan, kerajinan tangan, serta kreasi baru dari sekolah-sekolah tari di Denpasar dan koreografi kontemporer dari seniman nasional dan internasional.
Karnaval Batik Solo
Sejak zaman dahulu, tradisi batik selalu memiliki akar yang sangat kuat di Solo. Kotadi Jawa Tengah itu bahkan telah menjadikan batik sebagai ikon dan identitas, sebuah gambaran tepat dari kota yang terkenal karena keindahan kerajaannya dan kehalusan
perilaku. Karnaval Batik Solo diadakan untuk memperkuat tradisi itu, dan untuk mempromosikan batik pada skala nasional dan internasional.
Acara ini adalah kombinasi upacara, pagelaran busana dan karnaval, semuanya menggunakan batik sebagai tema. Akan ada juga bazar yang menawarkan berbagai macam batik dan suvenir unik Solo.
Festival Musik Etnik Internasional Solo
Salah satu festival terbaru dari Solo adalah Solo International Ethnic Music (SIEM) Festival, yang berfokus pada pertunjukan dan perayaan musik etnis. Ajang ini adalah suatu platform unik bagi kolaborasi antara musik modern dan etnis, seniman lokal dan internasional.
Daftar panjang para penampil termasuk seniman Minangkabau, Riau, Yogyakarta, Surabaya, Papua, Kalimantan, dan bahkan seniman asing dari Jepang, Australia, India, Selandia Baru dan banyak lainnya.
Gerebeg Mulud
Dalam bahasa Jawa, gerebeg berarti kerumunan orang dan mulud adalah salah satu nama bulan di kalender Jawa. Perayaan itu, juga dikenal dengan nama Sekaten, untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Prosesi itu berlangsung seharian dan menampilkan dua pertunjukan gamelan yang diarak menuju Mesjid Agung.
Pada malam hari akan ada pasar di sebelah utara kota untuk menambah kemeriahan kota, tempat yang tepat untuk mencoba berbagai makanan Jawa dan Yogyakarta serta untuk berburu suvenir.
Festival Lembah Baliem
Festival khas Papua ini berakar kepada kepercayaan suku-suku lokal bahwa perang bukan hanya konflik keuasaan dan kepentingan, tetapi juga simbol kesuburan dan kemakmuran. Sejak 20 tahun lalu, pemerintah daerah telah menekankan pentingnya perdamaian antara suku-suku yang berperang untuk mencegah balas dendam berkepanjangan dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem adalah suatu acara yang diadakan untuk menggantikan perang antar suku itu.
Seperti yang bisa Anda tebak, acara utama adalah perang-perangan antar suku. Bayangkan lebih dari 20 suku berbeda dengan masing-masing 30 hingga 50 orang mengenakan pakaian tradisional, membawa tombak, busur, panah dan parang! Ada juga pertunjukan dan sejumlah atraksi lain, seperti permainan tradisional setempat, tarian, serta masakan lokal.
Langganan:
Postingan (Atom)